Shalawat adalah doa dan
pujian kepada Allah untuk Nabi Muhammad ﷺ, agar beliau
mendapatkan rahmat, keberkahan, dan kedudukan yang mulia. Bagi umat Islam,
bershalawat juga bermakna doa agar kita mendapat syafa’at dan keberkahan dari
Allah melalui kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.
Perintah Bershalawat
dalam Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”(QS. Al-Ahzab: 56)
Ayat ini menunjukkan bahwa shalawat adalah perintah langsung dari Allah. Bahkan Allah dan para malaikat pun bershalawat kepada Nabi ﷺ, maka sudah semestinya umat Islam juga memperbanyaknya.
Kemuliaan Mengamalkan
Shalawat
1. Mendapat Sepuluh
Kali Lipat Balasan
Rasulullah ﷺ
bersabda:
“Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim no. 384)
Shalawat menjadi amal
ringan dengan pahala besar.
2. Menghapus Dosa dan
Mengangkat Derajat
Rasulullah ﷺ
bersabda:
“Barangsiapa bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh kesalahan, dan mengangkatnya sepuluh derajat.” (HR. Ahmad, sahih)
3. Mendapat Syafa’at Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ
bersabda:
“Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku.”(HR. Tirmidzi no. 484, hasan)
Shalawat membuka jalan
untuk mendapatkan pertolongan Nabi ﷺ kelak.
4. Menghilangkan Kesusahan
dan Mengabulkan Doa
Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Bagaimana jika aku menjadikan seluruh doaku berupa shalawat untukmu?” Beliau menjawab: “Kalau begitu, akan dicukupkan semua kebutuhanmu dan diampuni dosamu.”(HR. Tirmidzi no. 2457, hasan sahih)
Shalawat
adalah kunci terkabulnya doa dan jalan keluar dari kesempitan.
5. Mendapat
Keberkahan dalam Hidup
Rasulullah ﷺ bersabda: “Hinaan bagi seseorang yang ketika namaku disebut di sisinya, ia tidak bershalawat kepadaku. (HR. Tirmidzi no. 3545, sahih)
Shalawat
mengundang keberkahan, sedangkan meninggalkannya adalah kerugian.
Waktu-waktu
yang Dianjurkan untuk Bershalawat
Hari Jumat dan malam
Jumat (HR. Abu Dawud no. 1531)
Setelah azan (HR.
Muslim no. 384)
Saat berdoa (shalawat
menjadi pengantar doa)
Setiap majelis, agar diberkahi dan tidak menjadi penyesalan di hari kiamat (HR. Tirmidzi no. 3380)
Bershalawat adalah
ibadah yang agung, ringan di lisan namun besar di sisi Allah. Ia menjadi sebab
turunnya rahmat, ampunan, dan syafa’at Rasulullah ﷺ.
Setiap muslim hendaknya membiasakan diri memperbanyak shalawat dalam
keseharian, baik di waktu lapang maupun sempit, agar hidup penuh keberkahan
dunia dan akhirat.
No comments:
Post a Comment